<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Riza Tony Siahaan</title>
	<atom:link href="http://rizatony.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rizatony.wordpress.com</link>
	<description>Caleg DPRD Palembang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jan 2009 06:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rizatony.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Riza Tony Siahaan</title>
		<link>http://rizatony.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rizatony.wordpress.com/osd.xml" title="Riza Tony Siahaan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rizatony.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>politik beras</title>
		<link>http://rizatony.wordpress.com/2009/01/29/politik-beras/</link>
		<comments>http://rizatony.wordpress.com/2009/01/29/politik-beras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 06:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizatony</dc:creator>
				<category><![CDATA[pandangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizatony.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Data surplus beras digunakan untuk kepentingan politik belaka SPI menilai kondisi pertanian 2008 tidak banyak berubah dari sebelumnya. Realisasi pembangunan pertanian dan pedesaan masih jauh dari perubahan, karena pemerintah masih mempertahankan model agribisnis yang lebih percaya kepada investor besar dari pada kemampuan petani kecil. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum SPI, Henry Saragih di Jakarta (21/1). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizatony.wordpress.com&amp;blog=4939668&amp;post=70&amp;subd=rizatony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:left;"><a title="Data surplus beras digunakan untuk kepentingan politik belaka" rel="bookmark" href="http://www.spi.or.id/?p=798">Data surplus beras digunakan untuk kepentingan politik belaka</a></h2>
<p style="text-align:left;">
<p>SPI menilai kondisi pertanian 2008 tidak banyak berubah dari sebelumnya. Realisasi pembangunan pertanian dan pedesaan masih jauh dari perubahan, karena pemerintah masih mempertahankan model agribisnis yang lebih percaya kepada investor besar dari pada kemampuan petani kecil. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum SPI, Henry Saragih di Jakarta (21/1).</p>
<p>Menurut Henry, arah pembangunan pertanian yang dilakukan pemerintah seperti dituangkan dalam program Revitalisasi Pertanian Perikanan dan Kehutanan (RPPK) menghasilkan ketergantungan dan pelambatan disektor pertanian pangan. Sebaliknya perkebunan sawit maju pesat dengan berbagai insentif dan dukungan.</p>
<p>Lebih jauh Henry mengatakan, membangun sektor pertanian yang kuat harusnya menjadi momentum yang tepat disaat krisis kapitalisme global seperti saat ini. Karena dengan prediksi PHK besar-besaran pada sektor industri manufaktur maka pertanian menjadi buffer ekonomi yang mumpuni. Konsumsi nasional yang besar harus dipenuhi secara swadaya agar efek domino ekonomi jatuh kepada rakyat bukan sebaliknya.  Namun apa yang dilakukan oleh SBY-JK sepanjang 2008 yakni Strategi revolusi hijau terus berlangsung.</p>
<p>Alih-alih membangun pertanian, pemerintah malahan sibuk mencitrakan diri dengan mengkampanyekan keberhasilan semu. Henry juga meragukan data surplus beras tersebut. “Kita akan membentuk tim investigasi karena ada kecurigaan, surplus beras hanya digunakan untuk pencitraan politik belaka,” ujar Henry.</p>
<p>Kecurigaan tersebut bukannya tanpa alasan, mengingat setahun sebelumnya Indonesia harus mengimpor beras sebanyak 1,5 juta ton, tapi tiba-tiba saat ini kelebihan 3 juta ton. Terlepas dari perdebatan data terkait surplus beras, SPI menilai bahwa petani tetap menjadi objek program pemerintah. Surplus beras terjadi tetapi petani tetap miskin.</p>
<p>Lebih lanjut lagi, Henry mengatakan kemampuan pemerintah mempertahankan produksi beras di tahun 2009 meragukan. Karena, ketergantungan petani terus terpelihara akibatnya kreatifitas dan kemandirian petani sulit bangkit.  Pemerintah hingga hari ini masih menetapkan kebijakan pertanian berdasarkan logika ekonomi pasar. “Seharusnya pemerintah juga melakukan pendekatan sosial dan kedaulatan bangsa, mengingat jumlah penduduk yang mencapai 200 juta lebih sangat berbahaya bila tergantung makanannya dengan pasar internasional,” tutur Henry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizatony.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizatony.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizatony.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizatony.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizatony.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizatony.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizatony.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizatony.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizatony.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizatony.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizatony.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizatony.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizatony.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizatony.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizatony.wordpress.com&amp;blog=4939668&amp;post=70&amp;subd=rizatony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizatony.wordpress.com/2009/01/29/politik-beras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/316e06cba4c62359900a144620089a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizatony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Gajah Mada</title>
		<link>http://rizatony.wordpress.com/2008/12/23/tentang-gajah-mada/</link>
		<comments>http://rizatony.wordpress.com/2008/12/23/tentang-gajah-mada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 12:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizatony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizatony.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Gajah Mada adalah salah satu tokoh besar pada zaman kerajaan Majapahit. Menurut berbagai kitab dari zaman Jawa Kuno, ia menjabat sebagai Patih (Menteri Besar), kemudian Mahapatih (Perdana Menteri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Ia terkenal dengan sumpahnya, yaitu Sumpah Palapa, yang menyatakan bahwa ia tidak akan memakan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Di Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizatony.wordpress.com&amp;blog=4939668&amp;post=55&amp;subd=rizatony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gajah Mada</strong> adalah salah satu tokoh besar pada zaman <a title="Majapahit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Majapahit">kerajaan Majapahit</a>. Menurut berbagai kitab dari zaman Jawa Kuno, ia menjabat sebagai Patih (<a title="Menteri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Menteri">Menteri Besar</a>), kemudian Mahapatih (<a title="Perdana Menteri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perdana_Menteri">Perdana Menteri</a>) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaannya. Ia terkenal dengan sumpahnya, yaitu <a title="Sumpah Palapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Palapa">Sumpah Palapa</a>, yang menyatakan bahwa ia tidak akan memakan <a title="Palapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palapa">palapa</a> sebelum berhasil menyatukan <a title="Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara">Nusantara</a>. Di Indonesia pada masa kini, ia dianggap sebagai salah satu pahlawan penting dan merupakan simbol <a title="Nasionalisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme">nasionalisme</a>.<span id="more-55"></span></p>
<p><strong>Awal Karir</strong></p>
<p>Tidak diketahui sumber sejarah mengenai kapan dan di mana Gajah Mada lahir. Menurut Pararaton, ia memulai karirnya di Majapahit sebagai komandan pasukan khusus <a class="new" title="Bhayangkara (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bhayangkara&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bhayangkara</a>. Karena berhasil menyelamatkan <a title="Jayanagara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jayanagara">Prabu Jayanagara</a> (<a title="1309" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1309">1309</a>-<a title="1328" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1328">1328</a>) dan mengatasi Pemberontakan Ra Kuti, ia diangkat sebagai Patih <a class="mw-redirect" title="Kahuripan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kahuripan">Kahuripan</a> pada tahun 1319. Dua tahun kemudian ia diangkat sebagai Patih <a class="mw-redirect" title="Kediri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kediri">Kediri</a>. Namun ada beberapa pendapat bahwa Gajah Mada dianggap dari daerah Modo &#8211; Lamongan, dimana di daerah Cancing Ngimbang banyak ditemukan prasasti-prasasti yang diduga kuat peninggalan Majapahit, dan lagipula daerah ini adalah yang terdekat dengan perbatasan <a class="mw-redirect" title="Lamongan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lamongan">Lamongan</a>-<a class="mw-redirect" title="Mojokerto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mojokerto">Mojokerto</a>, tepatnya di daerah Mantup, 20 kilometer ke selatan Lamongan. Jadi kemungkinan bila Gajah Mada berasal dari Lamongan, mengingat bukti bukti prasasti yang ada di daerah ini bahkan tempatnya juga sangat teratur sebagai tanah perdikan, termasuk adanya beberapa makam kuno prajurit, dan juga makam kuno yang diduga kuat sebagai makam ibunda Gajah Mada, yaitu Nyai Andong Sari masih menjadi tanda tanya.</p>
<p>Pada tahun <a title="1329" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1329">1329</a>, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah (Mpu Krewes) ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menunjuk Patih Gajah Mada dari Kediri sebagai penggantinya. Patih Gajah Mada sendiri tak langsung menyetujui. Ia ingin membuat jasa dahulu pada Majapahit dengan menaklukkan <a title="Keta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Keta">Keta</a> dan Sadeng yang saat itu sedang melakukan pemberotakan terhadap Majapahit. Keta dan Sadeng pun akhirnya takluk. Akhirnya, pada tahun <a title="1334" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1334">1334</a>, Gajah Mada diangkat secara resmi oleh <a title="Tribhuwana Wijayatunggadewi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tribhuwana_Wijayatunggadewi">Ratu Tribhuwanatunggadewi</a> sebagai Patih Majapahit.</p>
<p><strong>Sumpah Palapa</strong></p>
<p>Pada waktu pengangkatannya, ia mengucapkan <a title="Sumpah Palapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Palapa">Sumpah Palapa</a>, yang berisi bahwa ia akan menikmati <a title="Palapa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palapa">palapa</a> atau rempah-rempah (yang diartikan kenikmatan duniawi) jika telah berhasil menaklukkan <a title="Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara">Nusantara</a>. Sebagaimana tercatat dalam kitab <em><a title="Pararaton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pararaton">Pararaton</a></em> berikut:<sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada#cite_note-1">[2]</a></sup></p>
<table style="border-collapse:collapse;background-color:transparent;border-style:none;" border="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="color:#b2b7f2;font-size:40px;font-family:serif;font-weight:bold;text-align:left;padding:10px;" width="20" valign="top">“</td>
<td style="padding:4px 10px;" valign="top"><em>Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa</em></td>
<td style="color:#b2b7f2;font-size:40px;font-family:serif;font-weight:bold;text-align:right;padding:10px;" width="20" valign="bottom">”</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<dl>
<dt>Arti</dt>
<dd>Gajah Mada sang Mahapatih tak akan menikmati palapa, berkata Gajah Mada, &#8220;Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan <a class="new" title="Pulau Gurun (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pulau_Gurun&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pulau Gurun</a>, <a title="Pulau Seram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Seram">Pulau Seram</a>, <a title="Kalimantan Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Barat">Tanjungpura</a>, <a title="Kerajaan Aru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Aru">Pulau Haru</a>, <a title="Pahang, Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pahang,_Malaysia">Pahang</a>, <a title="Dompu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dompu">Dompu</a>, <a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Pulau Bali</a>, <a title="Kerajaan Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda">Sunda</a>, <a class="mw-redirect" title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a> dan <a class="mw-redirect" title="Tumasik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tumasik">Tumasik</a>, aku takkan mencicipi palapa.</dd>
</dl>
<p>Walaupun ada sejumlah (atau bahkan banyak) orang yang meragukan sumpahnya, Patih Gajah Mada memang hampir berhasil menaklukkan Nusantara. <a title="Kerajaan Bedahulu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bedahulu">Bedahulu</a> (di <a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a>) dan <a title="Lombok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lombok">Lombok</a> (<a title="1343" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1343">1343</a>), <a class="mw-redirect" title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a>, Swarnabhumi (<a title="Sriwijaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya">Sriwijaya</a>), <a class="mw-redirect" title="Aceh Tamiang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh_Tamiang">Tamiang</a>, <a title="Kesultanan Samudera Pasai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Samudera_Pasai">Samudra Pasai</a>, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (<a class="mw-redirect" title="Sumatra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>) telah ditaklukkan. Lalu Pulau <a title="Bintan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintan">Bintan</a>, Tumasik (<a title="Singapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a>), <a title="Semenanjung Malaya" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Malaya">Semenanjung Malaya</a>, dan sejumlah negeri di <a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan">Kalimantan</a> seperti <a title="Kabupaten Kapuas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kapuas">Kapuas</a>, <a title="Kabupaten Katingan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Katingan">Katingan</a>, <a title="Sampit, Kotawaringin Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampit,_Kotawaringin_Timur">Sampit</a>, Kotalingga (<a title="Kabupaten Seruyan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Seruyan">Tanjunglingga</a>), <a title="Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kotawaringin_Lama,_Kotawaringin_Barat">Kotawaringin</a>, <a title="Kabupaten Sambas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sambas">Sambas</a>, <a title="Lawai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lawai">Lawai</a>, <a title="Kendawangan, Ketapang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kendawangan,_Ketapang">Kendawangan</a>, <a title="Kabupaten Landak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Landak">Landak</a>, <a class="mw-redirect" title="Samadang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Samadang">Samadang</a>, <a class="new" title="Tirem (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tirem&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tirem</a>, <a title="Sibu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sibu">Sedu</a>, <a title="Brunei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei">Brunei</a>, <a title="Kota Tarakan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tarakan">Kalka</a>, <a class="mw-redirect" title="Tana Tidung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tana_Tidung">Saludung</a>, <a title="Kepulauan Sulu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Sulu">Solok</a>, <a title="Kabupaten Paser" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Paser">Pasir</a>, <a title="Kabupaten Barito Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Barito_Utara">Barito</a>, <a title="Pulau Sebuku, Kotabaru" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Sebuku,_Kotabaru">Sawaku</a>, <a title="Kabupaten Tabalong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Tabalong">Tabalung</a>, <a class="mw-redirect" title="Kesultanan Kutai Kartanegara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Kutai_Kartanegara">Tanjungkutei</a>, dan <a class="new" title="Suku Dayak Melanau (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suku_Dayak_Melanau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Malano</a>.</p>
<p>Di zaman pemerintahan <a title="Hayam Wuruk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hayam_Wuruk">Prabu Hayam Wuruk</a> (1350-1389) yang menggantikan Tribhuwanatunggadewi, Patih Gajah Mada terus mengembangkan penaklukan ke wilayah timur seperti <a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Logajah</a>, Gurun, Sukun, <a title="Taliwang, Sumbawa Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taliwang,_Sumbawa_Barat">Taliwung</a>, <a title="Sape, Bima" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sape,_Bima">Sapi</a>, <a class="mw-redirect" title="Pulau Gunung Api" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Gunung_Api">Gunungapi</a>, <a class="mw-redirect" title="Seram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seram">Seram</a>, <a title="Karimunjawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karimunjawa">Hutankadali</a>, <a class="mw-redirect" title="Lombok Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lombok_Timur">Sasak</a>, <a class="mw-redirect" title="Bantaeng" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bantaeng">Bantayan</a>, <a class="mw-redirect" title="Luwu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Luwu">Luwu</a>, <a title="Kota Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Makassar">Makassar</a>, <a title="Buton" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buton">Buton</a>, <a class="mw-redirect" title="Kabupaten Kepulauan Banggai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kepulauan_Banggai">Banggai</a>, Kunir, <a title="Kangean" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kangean">Galiyan</a>, <a class="mw-redirect" title="Kabupaten Selayar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Selayar">Salayar</a>, <a title="Sumba" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumba">Sumba</a>, Muar (<a class="mw-redirect" title="Saparua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Saparua">Saparua</a>), <a title="Pulau Solor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Solor">Solor</a>, <a title="Kota Bima" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bima">Bima</a>, Wandan (<a title="Banda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Banda">Banda</a>), <a title="Kota Ambon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Ambon">Ambon</a>, <a class="mw-redirect" title="Kabupaten Fak-fak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Fak-fak">Wanin</a>, Seran, <a title="Timor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timor">Timor</a>, dan <a title="Kabupaten Dompu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Dompu">Dompo</a>.</p>
<p><strong>Perang Bubat</strong></p>
<p>Dalam <em><a title="Kidung Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kidung_Sunda">Kidung Sunda</a></em><sup class="reference"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Mada#cite_note-2">[3]</a></sup> diceritakan bahwa <a title="Perang Bubat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Bubat">Perang Bubat</a> (<a title="1357" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1357">1357</a>) bermula saat Prabu Hayam Wuruk hendak menikahi <a class="new" title="Dyah Pitaloka (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dyah_Pitaloka&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dyah Pitaloka</a> putri <a title="Kerajaan Sunda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda">Sunda</a> sebagai permaisuri. Lamaran Prabu Hayam Wuruk diterima pihak Kerajaan Sunda, dan rombongan besar Kerajaan Sunda datang ke Majapahit untuk melangsungkan pernikahan agung itu. Gajah Mada yang menginginkan Sunda takluk, memaksa menginginkan Dyah Pitaloka sebagai persembahan pengakuan kekuasaan Majapahit. Akibat penolakan pihak Sunda mengenai hal ini, terjadilah pertempuran tidak seimbang antara pasukan Majapahit dan rombongan Sunda di Bubat; yang saat itu menjadi tempat penginapan rombongan Sunda. Dyah Pitaloka bunuh diri setelah ayahanda dan seluruh rombongannya gugur dalam pertempuran. Akibat peristiwa itu, Patih Gajah Mada dinonaktifkan dari jabatannya.</p>
<p>Dalam <em><a class="mw-redirect" title="Nagarakretagama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nagarakretagama">Nagarakretagama</a></em> diceritakan hal yang sedikit berbeda. Dikatakan bahwa <a title="Hayam Wuruk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hayam_Wuruk">Hayam Wuruk</a> sangat menghargai Gajah Mada sebagai <em>Mahamantri Agung</em> yang wira, bijaksana, serta setia berbakti kepada negara. Sang raja menganugerahkan dukuh &#8220;Madakaripura&#8221; yang berpemandangan indah di <a title="Tongas, Probolinggo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tongas,_Probolinggo">Tongas, Probolinggo</a>, kepada Gajah Mada. Terdapat pendapat yang menyatakan bahwa pada 1359, Gajah Mada diangkat kembali sebagai patih; hanya saja ia memerintah dari Madakaripura.</p>
<p>Akhir Hidup</p>
<p>Disebutkan dalam <em><a title="Kakawin Nagarakretagama" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kakawin_Nagarakretagama">Kakawin Nagarakretagama</a></em> bahwa sekembalinya <a title="Hayam Wuruk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hayam_Wuruk">Hayam Wuruk</a> dari upacara keagamaan di <a title="Simping" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Simping">Simping</a>, ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah sakit. Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau <a title="1364" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1364">1364</a> Masehi.</p>
<p>Hayam Wuruk kemudian memilih enam Mahamantri Agung, untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizatony.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizatony.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizatony.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizatony.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizatony.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizatony.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizatony.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizatony.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizatony.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizatony.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizatony.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizatony.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizatony.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizatony.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizatony.wordpress.com&amp;blog=4939668&amp;post=55&amp;subd=rizatony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizatony.wordpress.com/2008/12/23/tentang-gajah-mada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/316e06cba4c62359900a144620089a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizatony</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biografi Hamka</title>
		<link>http://rizatony.wordpress.com/2008/12/23/biografi-hamka/</link>
		<comments>http://rizatony.wordpress.com/2008/12/23/biografi-hamka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 12:31:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rizatony</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rizatony.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizatony.wordpress.com&amp;blog=4939668&amp;post=45&amp;subd=rizatony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada <a title="17 Februari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Februari">17 Februari</a> 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (<em>tajdid</em>) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.<span id="more-45"></span></p>
<p>Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.</p>
<p>Hamka mula-mula bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan <a class="mw-redirect" title="Tebing Tinggi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tebing_Tinggi">Tebing Tinggi</a>, <a class="mw-redirect" title="Medan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan">Medan</a> dan guru agama di <a class="mw-redirect" title="Padang Panjang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Padang_Panjang">Padang Panjang</a> pada tahun 1929. Hamka kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957 hingga tahun 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta. Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia, tetapi meletakkan jabatan itu ketika Sukarno menyuruhnya memilih antara menjadi pegawai negeri atau bergiat dalam politik <a class="new" title="Majlis Syura Muslimin Indonesia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Majlis_Syura_Muslimin_Indonesia&amp;action=edit&amp;redlink=1">Majlis Syura Muslimin Indonesia</a> (Masyumi).</p>
<p>Hamka adalah seorang otodidiak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik, baik Islam maupun Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat menyelidiki karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti dan Hussain Haikal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Perancis, Inggris dan Jerman seperti <a title="Albert Camus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albert_Camus">Albert Camus</a>, <a class="new" title="William James (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=William_James&amp;action=edit&amp;redlink=1">William James</a>, <a title="Sigmund Freud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sigmund_Freud">Sigmund Freud</a>, <a class="new" title="Arnold Toynbee (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arnold_Toynbee&amp;action=edit&amp;redlink=1">Arnold Toynbee</a>, <a class="mw-redirect" title="Jean Paul Sartre" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jean_Paul_Sartre">Jean Paul Sartre</a>, <a title="Karl Marx" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx">Karl Marx</a> dan <a class="new" title="Pierre Loti (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pierre_Loti&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pierre Loti</a>. Hamka juga rajin membaca dan bertukar-tukar pikiran dengan tokoh-tokoh terkenal Jakarta seperti <a class="mw-redirect" title="HOS Tjokroaminoto" href="http://id.wikipedia.org/wiki/HOS_Tjokroaminoto">HOS Tjokroaminoto</a>, Raden Mas <a class="new" title="Surjopranoto (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surjopranoto&amp;action=edit&amp;redlink=1">Surjopranoto</a>, Haji <a class="new" title="Fachrudin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Fachrudin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Fachrudin</a>, Ar Sutan Mansur dan Ki Bagus Hadikusumo sambil mengasah bakatnya sehingga menjadi seorang ahli pidato yang handal.</p>
<p>Hamka juga aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bidaah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928, beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929, Hamka mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di <a title="Makassar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Makassar">Makassar</a>. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Beliau menyusun kembali pembangunan dalam Kongres Muhammadiyah ke-31 di <a class="mw-redirect" title="Yogyakarta" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yogyakarta">Yogyakarta</a> pada tahun 1950.</p>
<p>Pada tahun 1953, Hamka dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 26 Juli 1977, Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. <a title="Mukti Ali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mukti_Ali">Mukti Ali</a> melantik Hamka sebagai ketua umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudiannya meletak jawatan pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.</p>
<p>Kegiatan politik Hamka bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, Hamka diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional, Indonesia. Beliau menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum 1955. Masyumi kemudiannya diharamkan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1960. Dari tahun 1964 hingga tahun 1966, Hamka dipenjarakan oleh Presiden Sukarno karena dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mulai menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, Hamka diangkat sebagai anggota Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majelis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.</p>
<p>Selain aktif dalam soal keagamaan dan politik, Hamka merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, Hamka menjadi wartawan beberapa buah akhbar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. Hamka juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.</p>
<p>Hamka juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid) dan antara novel-novelnya yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura termasuklah Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Kaabah dan Merantau ke Deli.</p>
<p>Hamka pernah menerima beberapa anugerah pada peringkat nasional dan antarabangsa seperti anugerah kehormatan <a class="new" title="Doctor Honoris Causa (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Doctor_Honoris_Causa&amp;action=edit&amp;redlink=1">Doctor Honoris Causa</a>, Universitas al-Azhar, 1958; Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974; dan gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia.</p>
<p>Hamka telah pulang ke rahmatullah pada 24 Juli 1981, namun jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sasterawan di negara kelahirannya, malah jasanya di seluruh alam Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rizatony.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rizatony.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rizatony.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rizatony.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rizatony.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rizatony.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rizatony.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rizatony.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rizatony.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rizatony.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rizatony.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rizatony.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rizatony.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rizatony.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rizatony.wordpress.com&amp;blog=4939668&amp;post=45&amp;subd=rizatony&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rizatony.wordpress.com/2008/12/23/biografi-hamka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/316e06cba4c62359900a144620089a23?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rizatony</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
